Contoh Proposal Pengajuan Dana Hibah Program Kreativitas Mahasiswa

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I : PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1  Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2  Rumusan Masalah .................................................................................  2
1.3  Tujuan.................................................................................................... 2
1.4   Manfaat ................................................................................................  2
1.5  Luaran yang diharapkan ........................................................................  2
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA................................................................... 3
2.1 Antosianin .............................................................................................  3
2.2 Permen Karet ........................................................................................  3
2.3 Kubis Merah.......................................................................................... 3
2.4 Sensor Kolorimetri................................................................................. 4
BAB III : METODE PENELITIAN ...............................................................  5
3.1 Jenis Penelitian ......................................................................................  5
3.2 Identifikasi Penelitian ............................................................................  5
3.3 Lokasi Penelitian ...................................................................................  5
3.4 Jalannya Penelitian ................................................................................  5
3.5 Pembuatan Laporan dan Publikasi ........................................................  7
BAB IV : BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................................  8
4.1 Biaya .....................................................................................................  8
4.2 Jadwal Kegiatan ....................................................................................  8
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................  10
LAMPIRAN ....................................................................................................  11
Biodata ............................................................................................................  11
Justifikasi Anggaran Kegiatan ...................................................................  16
Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas ...................................  19
Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ...........................................................  20


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada saat ini berdasarkan Hasil Riset Kesehetan Dasar (RISKESDAS) 2013 prevalensi nasional masalah gigi dan mulut di Indonesia sebesar 25,9%. Permasalahan terbesarnya adalah karies gigi. Karies gigi adalah penyakit di bidang kedokteran gigi yang disebabkan oleh bakteri normal rongga mulut diinisiasi oleh polisakarida. Secara umum karies dapat terjadi jika ada 4 faktor dalam mulut yaitu host/gigi, agent/ bakteri, waktu dan glukosa/ molekul gula (Fatmawati, 2011).
Bakteri utama penyebab karies gigi adalah Streptococcus mutans yang bekerja dengan cara mengubah polisakarida menjadi glucan dengan enzim glucosyl transferase (Fatmawati,2011). Glucan digunakan bakteri Streptococcus mutans untuk bertahan hidup dan berkembangbiak. Namun, dapat membuat kerusakan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Pada dasarnya, bakteri Streptococcus mutans dapat hidup pada pH rongga mulut yang asam (Forssten dkk, 2010), itu berarti bakteri ini tidak dapat hidup dan berkembang biak dalam lingkungan basa. Namun, pH basa dapat mengundang beberapa bakteri yang menyebabkan kalkulus pada gigi (Wungkana dkk, 2014). Dari poin-poin permasalahan tersebut dapat disimpulkan bahwa kunci agar terciptanya kesehatan di rongga mulut adalah terjaganya pH mulut pada keadaan normal. Menjaga pH mulut normal ditentukan oleh beberapa faktor utama seperti gen, karakteristik saliva mulut, pola menjaga kesehatan rongga mulut dan jenis makanan sehari hari. Dari 4 faktor diatas, 2 faktor dapat dikendalikan yaitu pola menjaga kesehatan dan jenis makanan sehari-hari.
Pola menjaga kesehatan rongga mulut dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi secara teratur, memakai mouthwash dan mengunyah permen karet. Sedangkan menjaga jenis makanan dapat dilakukan dengan menyeimbangkan konsumsi makanan asam dan basa sehingga terwujud pH normal. Sayangnya, masyarakat umum seringkali tidak mengetahui pH mulut mereka apakah asam dan basa untuk menentukan makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi. Hal itu berdampak pada semakin besarnya prevalensi karies.
Oleh sebab itu, penelitian tim kami hendak menciptakan D GumpH. D GumpH atau Dentistry Buble Gum for pH adalah inovasi permen karet 2 fungsi. Fungsi pertama adalah sebagai pencegah kerusakan mulut, sedangkan fungsi kedua sebagai indikator pH alami.
Komposisi dari D GumpH berbeda dengan permen karet pada umumnya. D GumpH memiliki komposisi bahan dasar permen karet, xylitol yang berfungsi menjaga kesehatan gigi, pelunak dan pewarna murni dari ekstrak kol merah (Brassica oleracea var. capitata f. rubra). Pewarnaan murni D GumpH dipilih dari ekstrak kol merah, karena kol merah memiliki pigmen antosianin yang berperan dalam indikator pH alami yang bersifat sensitif. Serta warna indikator pH ekstrak kol merah cukup stabil (Prietto dkk, 2017).
D GumpH berbeda dengan permen karet lainnya karena D GumpH adalah produk pertama yang dapat digunakan untuk deteksi pH yang mudah digunakan masyarakat luas serta bersifat aman karena menggunakan pewarna alami. D GumpH ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk masyarakat luas dalam menentukan makanan apa yang baik pada keadaannya saat ini dan ikut menjaga kesehatan rongga mulut. Sehingga, D GumpH diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan prevalensi karies di Indonesia.

1.2  Rumusan Masalah
1.     Bagaimanakah memaksimalkan penggunaan komposisi bahan sehingga D GumpH menjadi produk yang aman dan halal untuk digunakan ?
2.     Bagaimanakah D GumpH dapat diproduksi secara masal sehingga bermanfaat dan berdampak pada masyarakat umum ?
3.     Bagaimanakah penelitian D GumpH dilaksanakan sesuai kaidah penelitian sehingga menghasilkan output produk D GumpH yang aman dan efektif untuk manusia ?

1.3 Tujuan Penelitian
1.    Mengetahui bagaimana memaksimalkan komposisi bahan untuk hasilkan produk D GumpH yang aman dan halal.
2.     Mengetahui bagaimana cara produksi D GumpH secara masal.
3.     Mengetahui bagaimana pelaksanaan penelitian untuk menghasilkan produk D GumpH yang aman dan efektif untuk manusia.

1.4  Manfaat Penelitian
1.     D GumpH dapat digunakan oleh siapapun dan kapanpun untuk mencegah karies pada gigi atau mencegah karies yang sudah ada untuk tumbuh.
2.     Menciptakan permen karet yang mampu membantu dokter gigi dalam mengurangi prevalensi karies di Indonesia.
3.     Membantu mewujudkan masyarakat sehat dari segi makanan yang dikonsumsi.
4.     Membantu memberikan arahan konsumsi makanan agar pH mulut tetap terkontrol.

1.5  Luaran yang Diharapkan
1.     Bagi pemerintah, D GumpH diharapkan dapat menjadi upaya preventif penyakit karies secara mandiri seperti pasta gigi dan obat kumur mulut di Indonesia.
2.     Bagi dokter gigi, D GumpH diharapkan dapat membantu para dokter untuk menurunkan prevalensi karies di masyarakat.
3.     Bagi masyarakat, D GumpH diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang bingung dengan makanan apa yang harus dipilih agar terhindar dari karies.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Antosianin
Antosianin merupakan pigmen yang larut dalam air dimana pigmen ini mampu menampilkan warna terang yang berubah dari pink, merah, lembayung, sampai biru tua seiring dengan kenaikan pH. Antosianin ada pada konsentrasi tinggi dalam berbagai produk makanan (Guan dan Zhong, 2015). Akhir-akhir ini, beberapa studi telah melaporkan potensi dari pewarna alami untuk mendeteksi pH pada bidang pangan, karena pewarna alami jarang yang beracun, mudah dipersiapkan dan bebas polusi. Di antara pewarna-pewarna alami berbasis tanaman, antosianin memiliki reaksi sensitif warna pada rentang pH yang luas (Choi dkk., 2017). Antosianin yang diperoleh dari berbagai sumber dapat menunjukkan intensitas dan stabilitas warna yang berbeda karena perbedaan melekat mereka dalam struktur kimia (Prietto dkk., 2017)
2.2 Permen karet
Permen karet memiliki struktur seperti karet dan tergantung pada jenis dari komposisi kandungannya seperti gula, poliol, Gum Base, zat aroma, zat pengasam, pewarna, pemanis, dan aditif - aditif lainnya. Permen karet merupakan produk 2 fasa terdiri dari fasa kontinyu larut air dan fasa diskontinyu larut air yang mana adalah Gum Base. Fasa - fasa ini umumnya dicampur dengan perbandingan 1:3. Konsentrasi zat perasa dari permen karet adalah sekitar 1%. Permen karet biasanya diproduksi dari chicle (bahan mentah lateks alami) atau dari poliisobutilena. Permen karet memainkan peran penting dalam industri manisan. Terlebih lagi, permen karet telah diproduksi untuk pengobatan dan pencegahan penyakit seperti penghambatan penyakit gigi, mengatur nafsu makan, pembawa bahan-bahan fungsional, mimesis kegiatan merokok, dan regulasi dari stress dan perubahan suasana hati (Konar dkk., 2016)
2.3 Kol Merah

Kol merah (Brassica oleracea L. var. capitata L.) adalah satu dari kuliner sayur di seluruh dunia yang ada untuk dikonsumsi. Studi telah menunjukkan bahwa ekstrak kubis merah memberi berbagai efek farmakologis termasuk antioksidan, anti peradangan, induksi apoptosis sel leukimia, anti aterosklerosis, moduler imun, dan ameliorasi dari dislipidemia. Senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam kubis merah adalah antosianin yang termasuk kelas polifenol (Tong dkk., 2017).
 

2.4 Sensor Kolorimetri

Uji sensor kolorimetri dapat mendeteksi analit dengan peruahan warna yang terlihat dengan menggunakan peralatan sederhana dan tidak mahal seperti kamera untuk merekam respon sinyal. Indikator pH, pewarna solvatokromik dan reseptor selektif dipadukan sebagai sensor kolorimetri. Berdasarkan perbedaan kombinasi dari unit - unit tersebut, uji sensor dianeka-ragamkan dan banyak sasaran volatil dapat diuji. Uji sensor kolorimetri sementara sudah digunakan untuk mengidentifikasi sampel nyata seperti bir, minuman ringan dan kesegaran daging dan ikan (Sun dkk., 2015).
 



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratories.

3.2  Identifikasi Variabel Penelitian
1.     Variabel Pengaruh
Ektrak kol merah dalam permen karet
2.     Variabel Terpengaruh
pH rongga mulut probandus
3.     Variabel Terkendali
30 probandus
4.     Variabel Tak Terkendali
pH saliva

3.3  Subjek Penelitian
Manusia berumur lebih dari 19 tahun dengan kondisi sehat jasmani. Disarankan perokok dan memiliki kesehatan gigi dan mulut yang rendah.

3.4  Lokasi Penelitan
1.       Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM
2.       Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM
3.       Laboratorium Organik, Fakultas Mipa UGM
4.       Laboratorium Instrumentasi Fakultas Mipa UGM

3.5  Jalannya Penelitian
1.      Perencanaan
Perencanaan dilakukan untuk tahap awal pembuatan D GumpH. Hal tersebut meliputi identifikasi tanaman kubis merah atau Brassica oleracea var. capitata f. Rubra. Apakah kubis merah tersebut 100 % benar. Selanjutnya mengurus EC atau Ethnical Cleareance unutk mendapatkan ijin kelayakan penelitian.

2.      Pembuatan Ekstrak Kol Merah
 Pembuatan ekstrak kubis merah memerlukan alat dan bahan sebagai berikut :
1.       Kol merah sebanyak 10 kg ( Brassica oleracea var. capitata f. rubra )
2.       Pelarut etanol 96 % sebanyak 10 liter
3.       Larutan buffer pH 2 – 13
4.       Serangkaian alat alat gelas
5.       Kertas pH
6.       Spektrofotometer UV Vis Lambda Perkin 25
7.       Tungku maserasi

Prosedur Penelitian :
1.   Lakukan maserasi untuk memperoleh ekstrak kol merah dengan cara mencampurkan kol merah dan etanol 96 % dengan perbandingan 1:1. Maserasi selama 24 jam dan saring ekstrak kol merah yang terbentuk. Setelah disaring, letakkan ekstrak tersebut di dalam wadah tertutup.
2.   Siapkan Spektrofotometer UV Vis Lambda Perkin 25 untuk mengukur zat Antosianin ( Zat kimia untuk mengukur pH ). Set alat Spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm karena panjang gelombang tersebut yang memiliki absorbansi maksimal untuk penyerapan zat antosianin.
3.   Siapkan tabung sebanyak 12 buah. Masukkan larutan buffer pH 2 – 13 pada masing masing tabung. Tes dengan menggunakan pH meter terlebih dahulu sampai angka larutan buffer tersebut sesuai dengan apa yang tertera di pH meter.
4.   Setelah angka sesuai, masukkan ekstrak kubis merah pada masing masing tabung dan amati perubahan warna pada campuran kubis merah dan buffer pH.
5.   Tentukan perubahan warna dan catat hasil di kertas untuk kisaran pH 2 – 13.

3.     Pembuatan Permen Karet

 Pembuatan permen karet memerlukan alat dan bahan sebagai berikut :
1.   Gum Base sebanyak 6 kg
2.   Xylitol 2 kg
3.   Mixer
4.   Panci
5.   Kompor
6.   Alat pemotong
7.   Ekstrak Kol Merah sebanyak 2 liter

Prosedur Penelitian :
1.   Panaskan Gum Base pada panci diatas air mendidih dengan menggunakan kompor untuk memperoleh Gum Base yang meleleh.
2.   Pindahkan adonan Gum Base yang sudah meleleh ke mixer.
3.   Tambahkan xylitol 2 kg pada adonan serta ekstrak kol merah sebanyak 1 liter. Kemudian aduk menggunakan mixer hingga adonan permen karet merata kurang lebih selama 10-15 menit.
4.   Dinginkan adonan permen karet serta cetak.
5.   Potong permen karet/chewing gum menjadi kecil-kecil menggunakan alat pemotong.

4.     Pengujian D GumpH secara in vitro
Alat dan bahan:
1.     Kertas pH universal
2.     Saliva probandus @2ml
3.     Ekstrak kol merah
4.     Gelas ukur
Prosedur penelitian :
1.   Siapkan saliva sebanyak 2 ml dalam gelas ukur serta ukur pH saliva tersebut dengan menggunakan kertas pH universal. Catat pH saliva tersebut termasuk dalam kondisi asam, netal, atau basa. Serta catat perubahan warna pada kertas pH universal.
2.   Tuangkan ekstrak kol merah kedalam saliva tersebut serta amati perubahan warna yang tejadi. Catat hasil perubahan warna ekstrak.
3.   Lakukan prosedur seperti diatas pada 30 probandus lainnya.
4.   Bandingkan hasil perubahan warna yang terjadi pada kertas pH universal dan campuran ekstrak kol  merah dengan saliva.

5.     Pengujian D GumpH secara in vivo
Alat dan bahan :
1.     Kertas pH universal
2.     Permen Karet D GumpH
3.     Probandus adalah orang yang sama seperti probandus untuk uji in vitro
Prosedur penelitian :
1.     Pengujian D GumpH secara in vivo dilakukan langsung setelah uji in vivo dengan kondisi rongga mulut responden dalam keadaan sama.
2.     Siapkan Permen Karet D GumpH yang sudah jadi. 
3.     Minta kepada responden untuk mengunyah permen karet D GumpH hingga terlihat perubahan warna pada permen karet D GumpH, sekitar 3-4 menit.
4.     Lakukan prosedur seperti diatas pada 30 probandus lainnya.
5.     Bandingkan hasil perubahan warna permen karet dengan pH standar saliva.

6.     Analisis data
Analisis data dilakukan dengan cara menghitung prosentase kecocokan uji standar pH dengan permen karet deteksi pH D GumpH secara in vitro dan in vivo.

3.6  Pembuatan Laporan dan Publikasi
Pembuatan laporan didasarkan dengan hasil yang terjadi, digunakan analisis statistika untuk memberikan hasil yang akurat. Diharapkan dapat menjadi Karya Tulis Ilmiah dan Jurnal yang dapat di publikasi ke jurnal Kedokteran Gigi UI dan Dental Journal UNAIR.





BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Biaya
     
No
Jenis Pengeluaran
Biaya(Rp)
1
Peralatan penunjang
3.360.000
2
Bahan habis pakai
3.740.000
3
Perjalanan : Perjalanan pembelian alat & bahan
1.900.000
4
Lain-lain : administrasi, publikasi, seminar, laporan
2.500.000
Jumlah
11.500.000


4.2  Jadwal Kegiatan

No
Kegiatan
Bulan
Ke-1
Ke-2
Ke-3
Ke-4
Ke-5
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
Perencanaan penelitian lanjutan




















Berkonsultasi dengan dosen pembimbing





















Mencari referensi di perpustakaan UGM dan internet




















Persiapan ec dan administrasi laboratorium






















2.
Persiapan penelitian




















Persiapan bahan penelitian dan identifikasi bahan





















Pelaksanaan penelitian 1 di lab pengujian organik, mengukur pH dan membuat ekstrak




















Pelaksanaan penelitian tahap 2 di lab Instrumentsi, pembuatan permen karet, pencampuran bahan dan pengukuran pH




















Penelitian 3 di lab LPPT UGM, pengujian D GumpH pada hewan coba tikus




















Penyempurnaan D GumpH untuk produksi jika memungkinkan




















3.
Penyusunan laporan PKM-P




















Pembuatan laporan hasil penelitian




















Pembuatan karya tulis ilmiah dan jurnal untuk submit dan di accept































































































BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Choi, I., Lee, J. Y., Lacroix, M., dan Han, J., 2017, Intelligent pH Indicator Film Composed of Agar/Potato Starch and Anthocyanin Extracts from Purple Sweet Potato, Food Chem., 218, 122-128.
Fatmawati, D, W, A., 2011, Hubungan Biofilm Streptococcus Mutans Terhadap Resiko Terjadinya Karies Gigi, Stomatognatic(J.K.G Unej), 8(3), 127-130
Forsssten, S. D., Bjorklund, M., Ouwehandm A. C., 2010, Streptococcus mutans, Caries and Simulation Models, Nutrient., 2, 290-298
Guan, Y., dan Zhong, Q., 2015, The Improved Thermal Stability of Anthocyanins at pH 5.0 by Gum Arabic, LWT Food Sci. Technol., 64, 706-712.
Konar, N., Palabiyik, I., Toker, O. S., dan Sagdic, O., 2016, Chewing Gum : Production, Quality Parameters and Opportunities Delivering Bioactive Compounds, Trends Food Sci. Technol., 55, 29-38.
Prietto, L., Mirapalhete, T. C., Pinto, V. Z., Hoffmann, J. F., Vanier, N. L., Lim, L. T., Dias, A. R. G., dan Zavareze, E. R., 2017, pH-Sensitive Films Containing Anthocyanins Extracted from Black Bean Seed Coat and Red Cabbage, LWT Food Sci. Technol., 80, 492-500.
Sun, W., Li, H., Wang, H, Xiao, S., Wang, J., dan Feng, L., 2015, Sensitivity Enhancement of pH Indicator and Its Application in The Evaluation of Fish Freshness, Talanta, 143, 127-131.
Tong, T., Niu, Y. H., Yue, Y., Wu, S., dan Ding, H., 2017, Beneficial Effects of Anthocyanins from Red Cabbage (Brassia oleracea L. var. capitata L.) Administration to Prevent Irinotecan-Induced Mucositis, J. Funct. Foods, 32, 9-17.
Wungkana, W. S., Kepel, B. J., Wicaksono, D. A., 2014, Gambaran Kalkulus Pada Masyarakat Pesisir yang Mengonsusi Air Sumur Gali Di Desa Gangga II, Jurnal e-GiGi, 2, 2, 1-7





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membangun Mental Indonesia Berbasis Bhinneka Tunggal Ika Bagian 1

Identifikasi CAMBRA

Mengukir Budaya Dikala Arus Deras Millenial