Contoh Reaksi Obat dan Nutrisi yang Merugikan dan Wajib Dihindari
|
Obat
|
Nutrisi
|
Interaksi
|
Referensi
|
|
Antibiotik
|
|||
|
Klindamisin
|
Vitamin C
|
Vitamin C secara tidak langsung
memberikan efek positif. Efeknya Klindamisin memiliki efektifitas anti
bakteri yang lebih baik
|
Agustina, et al (2016)
|
|
Tetrasiklin
|
Zat Besi (Fe)
|
Zat besi memicu Terbentuknya
chelat yang menyebabkan obat sulit untuk diserap tubuh
|
Gosh, et al (2017)
|
|
Metronidazole
|
Zat Besi (Fe)
|
Sama halnya tetrasiklin, interaksi
dengan zat besi menimbulkan chelat yang menghambat penyerapan obat
|
Gosh, et al (2017)
|
|
Antiinflamasi
|
|||
|
Antalgin
|
Kalsium(Ca)
|
Menghambat Influks ion kalsium
melalui membran ke dalam otot polos vascular dan otot jantung.Akibatnya, otot
kekurangan tenaga untuk kontraksi
|
Aronson, et al (2016)
|
|
Gabapentin
|
Vitamin B12
|
Secara tidak langsung menghambat
penyerapan vitamin b12
|
Aronson, et al (2016)
|
|
Metil Prednisolon
|
Kalsium Karbonat
|
Mensekresi kalsium karbonat yang
masuk sehingga kapasitas dalam tubuh berkurang
|
Aronson, et al (2016)
|
|
Analgesik
|
|||
|
Metformin
|
Vitamin B12
|
Menghambat penyarapan vitamin b12
dalam tubuh dengan reaksi yang tidak diketahui
|
Bobroof, et al(2009)
|
|
Metformin
|
Asam folat
|
Mengurangi jumlah asam folat dalam
tubuh dengan cara mensekresinya
|
Bobroof, et al(2009)
|
|
Diklofenak
|
Vitamin B12, Asam Folat
|
Menurunkan konsentrasi b12 dan
asam folat dengan cara menghambat penyerapannya di dalam tubuh
|
Aronson, et al (2016)
|
|
Vitamin Dan Mineral
|
|||
|
Suplemen Vitamin D
|
Kalsium
|
Mempercepat dan menambah fungsi
kalsium
|
Ridwan(2012)
|
|
Suplemen Vitamin A
|
Zat Besi
|
Secara tidak langsung membantu meningkatkan
absorbsi zat besi dalam tubuh
|
Ridwan(2012)
|
|
Suplemen Vitamin C
|
Zat Besi
|
Meningkatkan absorbsi zat besi dalam tubuh
|
Ridwan(2012)
|
|
Antikoagulan
|
|||
|
Warfarin
|
Vitamin K
|
Sintesis vitamin K terhambat
|
Bobroof (2009)
|
|
Dabigatran
|
Vitamin K
|
Mempengaruhi pembekuan darah pada
fase Trombin
|
Roveny(2015)
|
|
Apixaban
|
Vitamin K
|
Mempengaruhi pembekuan darah pada
factor Xa
|
Roveny(2015)
|
|
Proses
|
Interaksi nutrisi dan Obat
|
|
Absorbsi
|
Saat warfarin dikonsumsi tujuan utamanya adalah sebagai
antikoagulan, yaitu mencegah reduksi vitamin k oksidase. Apabila disertai
dengan penambahan vitamin k maka penyerapannya akan terganggu
|
|
Distribusi
|
Vitamin K adalah kofaktor yang berperan dalam aktivasi
factor pembekuan darah II, VII, IX, X yaitu dalam mengubah residu asm
glutamate menjadi residu asam gama karboksiglutamat. Dengan adanya fungsi ini maka Warfarin akan
sia sia walaupun telah menghambat sebagian vitamin K dalam tubuh
|
|
Metabolisme
|
Sebagai dampaknya, Pengenceran platelet darah yang
dilakukan oleh warfarin tidak dapat terjadi dan warfarin akan habis
|
|
Ekskresi
|
Ekskresi obat ini akan berlangsung sia sia
|
2. Tuliskan Reaksi antar obat
dengan Gizi ( Warfarin dengan vitamin K )
(
Bushra, et al .2011 )
Daftar Pustaka:
Agustina,
D., Kurniawan, B.D., Palupi, I., 2016, Modulasi Aktivitas Antibiotik terhadap streptococcus pneumoniae oleh
N-asetilsistein dan Vitamin C, Journal of
Agromedicine and Medical Sciences, vol 2(3): 1-7
Aronson,J.K.,2016,
Metyler’s Side Effects of Drugs: The International Encyclopedia of Adverse Drug
Reactions and Interaction 16th Ed, Elsevier, Oxford, hal 50
Bobroff,L.B.,
Lentz, A., dan Turner, R.E., 2009, Food/drug and drug/nutrient interaction:What
you should know about Your Medication, University of Floridia IFAS Extension,
2-10
Bushra,R.,
Aslam,N., Khan, A.Y., 2011, Food-Drug Interactions, Oman Medical Journal,
Vol.26 (2) : 77-83
Gosh,D.,
Bagchi,D., dan Konishi,T., 2015, Clinical Aspects of Functional Foods and
Nutraceuticals, CRC Press, New York, hal. 163
Ridwan,
E., 2012, Kajian Interaksi Zat Besi Dengan Zat Gizi Mikro Lain Dalam
Suplementasi, Penel Gizi Makan, vol 35(1): 49-54
Roveny,
2015, Antikoagulan untuk Stroke Iskemik Kardioemboli, CDK-228, vol 42(5):
345-349
Komentar
Posting Komentar